skip to content »

cloudcongress.ru

Cerita sex affair

Cerita sex affair-9

Ceritaku ini berlangsung kurang lebih dimulai 10 tahun yang lalu. Oleh dia (oh ya saya lupa menyebut namanya - dia bernama Bu Risma), resluitingku dibetulkannya. Dan apabila ada waktu, kami menyewa hotel sort time untuk melakukan coitus.*****Suatu ketika, karena keterbatasan waktu dan beban pekerjaan, pernah kami melakukannya di kantor. Ini uangnya"Sengaja kuberikan uang yang berlebih."Kamu sudah makan belum?Setelah lulus kuliah aku diterima di sebuah perusahaan. Beberapa waktu kemudian aku diangkat sebagai manager. Saat itu hari Sabtu, dimana jam kerja hanya sampai dengan pukul 2 siang. ", tanyaku."Belum Pak", jawabnya."Kalau begitu, kamu makan saja di warung belakang", dia menunjukkan raut muka kegirangan.

Cerita sex affair-66Cerita sex affair-85

Kurasakan jepitan di kemaluanku yang demikian keras dan lemaslah dia. Beberapa saat kemudian kugerakkan lagi, karena aku belum keluar.Mass..” lirih suaranya terdengar, seakan ingin mengatakan hal yang sama kepadaku Kemudian dipeluknya aku. Dari jendela kamar ini terlihat bagaimana lengangnya jalan tol Simatupang yang melintas di atas sana.Hanya lampu jalanan yang mengerjapkan cahaya kuningnya yang menandakan maasih adanya kehidupan di sana.Suatu saat pernah dia menumpang pulang bersamaku, karena kebetulan rumah kami satu jurusan. Umurnya sebenarnya sudah menginjak 35-an waktu itu (sehingga selisih hampir 7 tahun denganku). Suatu saat kami diberikan kesempatan pulang bareng hanya berdua saja. Dia diam saja, malahan elusan ke penisku makin ditingkatkan frekuensinya. Isapannya makin kencang dan kenikmatan yang tidak terperikan aku rasakan. Tanganku langsung meraba raba ke gundukan payudaranya. Aku buka resluiting celanaku, dan kukeluarkan batang kemaluanku."Bu tolong diisep..", dan kubimbing kepalanya untuk turun kebawah. Posisiku berdiri dengan agak gemetar menahan kenikmatan yang tak terperikan. Kuangkat dia, dan berganti aku yang jongkok dan dia pada posisi berdiri. Belum sampai CD-nya merosot ke bawah, aku langsung menjilati kemaluannya. Aku melihat ke pintu sejenak, jangan-jangan kedua pesuruhku tadi sudah kembali.Supaya nggak diketahui oleh teman temannya aku janjian disuatu tempat yang telah kami tentukan. Sepanjang perjalanan di dalam mobilku, kami lebih banyak diam. Perlahan lahan kutanyai dia tentang kehidupan pribadinya. Dia kemudian aku bimbing untuk mengelus elus elus pahaku. Aku naikkan tangannya supaya memegang lebih keatasnya, yakni ke batang kemaluanku (yang masih ditutupi celana tentunya). Tanganku masih terus saja mengelus elus pahanya, dan kuberanikan untuk naik ke atasnya. Tanganku kemudian aku masukkan kembali ke selangkangannya. Karena aku tidak kuat lagi, maka di pinggir jalanan yang agak sepi, maka kupinggirkan mobilku. Dilepaskannya kulumannya di penisku dan di pegangnya erat-erat kedua tanganku dengan tangannya."Pak cepetin Pak.. Dikulum dan disedotnya habis-habisan pucuk kemaluanku. Ujung lidahku kutempelkan dan kukulum-kulum clitorisnya."Ahh.. Kulihat sejak awal permainanku tadi, baru berjalan 45 menit.Dia menjawab dengan sekenanya saja - dan aku rasakan dia malas untuk mengungkapkan kehidupan pribadinya."Ada apa sih..", sambil kuberanikan untuk memegang pahanya. Gesekan-gesekan di pahanya membuat dia menepiskan tanganku. Aku tidak melihat bagaimana bentuk dan warna CD yang dia pakai. Erangan-erangan kecil yang di timpali suara mesin mobil menenggelamkan suaranya. Dia isap terus kemaluanku.., ditimpali dengan erangannya."Ogh Pak.., terus Pak.. Aku sendiri berkelonjotan tidak karuan karena nikmatnya. Aku gerakkan pantatku maju mundur, kuputar-putar, maju mundur.

Eh ternyata dia diam saja."Pak.., aku sebenarnya sangat mengagumi Bapak", begitu kata dia memujiku."Ah.. Kemudian kudiamkan saja dan tanganku kembali memegang kemudi. Kulihat speedometer di mobilku hanya berjalan dengan kecepatan 40 km/jam. Kulihat matanya terpejam dan menggeloyorkan badannya. Tanganku kemudian kucabut dari jepitan selangkangannya. Aku memegang kepalanya dan kubuka resluitingku, kukeluarkan kemaluanku. Eranganku semakin tinggi, begitu pula dengan ngebornya, dimana ujung jari tengahku yang menjadi mata bornya."Ogh.. Kadang kukeluarkan dan langsung aku tancapkan lagi. Bibirnya kulumat, lehernya kujilat demikian pula tengkuknya. Makin lama gerakannya makin dia percepat, pinggulnya maju mundur.

Dia telan semua spermaku, dan dikulum-kulumnya lagi penisku.

Aku berpikir, wah ini sudah tidak perlu dibersihkan lagi. Dia kemudian menuju ke kamar mandi, dan aku membetulkan letak pakaianku.

Kulihat bajunya sudah teracak-acak, walaupun kami masih berpakaian lengkap.

Beberapa saat kemudian, aku merasakan kedut-kedut di ujung penisku, dan aku tahu bahwa spermaku akan segera keluar."Sayang, kamu kulum dong..", sambil langsung kukeluarkan kemaluanku dari vaginanya dan kutekan kepalanya kebawah."Ohh..

Boleh dibilang aku yang kata orang bilang - mengidap penyakit oedipus complex, yakni lebih terangsang dengan wanita yang berusia lebih tua dariku. Tahu-tahu di belakangku sudah ada mobil yang mau parkir. Kalau berangkat kerja aku tidak pernah, karena rumahnya lebih jauh tempatnya dibandingkan jarak rumahku ke tempat kerja. Saat aku melihat ke ruang sebelah (meja stafku) Kulihat Bu Risma belum pulang. Aku panggil kedua office boy yang sedang mengepel lantai."No..